nuffnang

Daisypath Friendship tickers Daisypath Graduation tickers Daisypath Anniversary tickers Daisypath Anniversary tickers



August 9, 2012

Al Ikhlas


(1)    Anas ra berkata, seorang lelaki Anshar menjadi imam di masjid Quba.   Setiap selesai membaca Fatihah, ia selalu membaca Al Ikhlaash sebelum   membaca surat-surat lainnya. Lalu kawan-kawannya berkomentar, “Mengapa anda selelu membacanya? Tidakkah anda bosan?” Sahabat itu menjawab, ‘Sungguh aku tak bisa meninggalkanya. Kalau kalian tidak suka aku menjadi imam karena sering membaca Al Ikhlaash, silakan cari imam yang lain.” Namun karena tidak ada orang yang paling baik bacaan Al Qurannya selain dia, akhirnya ia tetap jadi imam.

Ketika Rasululah saw berkunjung ke masjid itu, kasus ini diceritakan kepadanya. Rasulullah kemudian bertanya kepada lelaki Anshar tersebut, ”Apa alasan kamu melakukan hal itu?” “Inni uhibbuha (saya sangat mencintainya).” Jawabnya. Lalu Rasulullah bersabda, “Hubbuka iyyaha adkhalakal jannata (kecintaanmu pada Al Ikhlaash bisa mengantarkanmu ke surga).” (HR. Bukhari)

Rasulullah sampai berkata demikian karena yang melatarbelakangi sahabat tersebut selalu membaca Al Ikhlaash adalah kecintaannya yang mendalam. Rasa cinta inilah yang membedakannya dengan kita. Kita juga sering membaca Al Ikhlaash, hanya saja latar belakangnya bukan cinta yang mendalam tapi karena pendeknya surat itu. Untuk itu, mari kita kenali kandungan Al Ikhlaash agar kita pun bisa mencintainya secara mendalam, sehingga bisa mengantarkan kita pada surga-Nya.

(2)    Abu Darda ra berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Apakah kalian mampu membaca sepertiga Al Quran setiap malam? Mereka menjawab, “Ya Rasulullah, kami tidak akan mampu melakukannya.” Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allah membagi Al Quran menjadi tiga bagian, dan Qulhuwallaahu ahad itu sepertiganya.” (HR. Ahmad, Muslim dan Nasai).



No comments: